Para Ilmuan Yang Memiliki Kebiasaan Aneh – burroughs.net

Beberapa ilmuan yang dikenal dunia namun memiliki kebiasaan yang cukup aneh bahkan ada beberapa yang tidak bisa diterima akal sehat dan diluar nalar manusia.

This content shows Simple View

filosofi

Paul Erdos Jenius Matematika yang Menggelandang

Mendengar nama Paul Erdos tentu akan identik dengan matematika. Terkadang saat mendengar kata matematika, sudah terbayang soal hitung-hitungan sehingga orang-orang sudah berpikiran rumit dan pastinya akan mengatakan untuk menyerah.  Namun tidak bagi seorang Paul Erdos. Simak kisah hidupnya di bawah ini.

Kisah Kehidupan Paul Erdos

Paul Erdos adalah anak yang terlahir dengan selamat dan bisa tumbuh menjadi dewasa. Dia dilahirkan di Hungaria. Nama aslinya adalah Erdös Pál. Dalam bahasa Hungaria, nama pertama menandakan nama keluarga. Kisah sebelumnya kakak-kakaknya telah meninggal dunia diusianya yang masih kecil.

Kedua orang tua Paul Erdos adalah seorang guru matematika. Sejak itulah, ia menjadi suka dengan matematika. Di umur tiga tahun, ia sudah mampu menemukan bilangan negatif dan mengalikan bilangan tiga digit di kepala.

Semasa kecilnya Paul hongkong prize sudah menunjukkan bakat dan kejeniusan yang luar biasa di bidang matematika. Orang tua dirasa mempunyai peranan penting dalam tumbuh kembangnya. Hal ini karena selain sebagai guru bagi murid-murid, mereka juga sebagai guru untuk anaknya sendiri.

Ketika usia Paul Erdos enam belas tahun, dia menyenangi pelajaran deret tak hingga dan teori himpunan. Pelajaran tersebut dia peroleh dari ayahnya. Di usia dua puluh tahun, dia sudah mendapatkan gelar doktor matematika dari Universitas Pazmany Petter di Budapest setelah ia berhasil menemukan bukti tentang teori cihebyshev.

Dengan adanya temuan teori cihebyshev tersebut, tak heran jika ia mendapatkan sebutan jenius. Terlebih di usianya yang terbilang muda, dia sudah mempunyai prestasi yang luar biasa. Lantas mengapa seorang jenius matematika ini menggelandang? Simak selengkapnya di bawah ini.

Paul Erdos Menggelandang, Benarkah?

Seseorang yang jenius seperti Paul Erdos, ternyata tidak serta merta menikmati kepopuleran untuk mencari banyak keuntungan. Seperti menggunakan kepopuleran untuk meraih pundi-pundi uang. Paul erdos menggunakan kejeniusannya untuk bekerja di Manchester, Inggris.

Setelah selesai di Manchester, dia berimigrasi ke Amerika Serikat. Kariernya  di mulai dengan mengajar dari satu kampus ke kampus yang lainnya hingga sampai maut datang menjemput.

Dia memang bukan seseorang yang sangat mencintai uang bahkan wanita. Terbukti, saat memenangkan hadiah dengan jumlah yang sangat banyak dia hanya menyimpan sedikit untuk dirinya sendiri.

Uang yang dia terima dari Wolf Prize yaitu $50.000, sebuah ajang paling bergengsi di dunia matematika. Dia hanya menyimpan $720, sisanya didonasikan ke yayasan Israel. Untuk didirikan lembaga pendidikan di sana. Dia pun pernah ke Jepang dengan modal $50 dan menenteng sekoper bajunya, hanya itu saja bekal dia menuju kesana.

Kepiawaian Paul Erdos selain diajarkan langsung, dia juga menuangkan dalam bentuk paper ilmiah. Selama hidupnya tercatat sudah ada 1.475 paper ilmiah yang berhasil dibuat.

Terkait dengan wanita, dia sampai akhir hayatnya tidak menikah. Dia lebih mencintai matematika. Ingin selalu berkontribusi dalam menciptakan teori-teori matematika. Itulah mengapa dia tidak memikirkan untuk menikah. Tak heran jika lebih semangat pada dunia matematika tinggi, dan berdedikasi pada suatu pekerjaan secara royal. Itu adalah pilihan hidupnya.

Termasuk memilih untuk tidak menikah, tidak punya rumah, hidup dengan menenteng koper kemana-mana, hidup dengan uang seadanya, meskipun sebenarnya dia mampu untuk mencukupi semua kehidupannya. Namun, itulah pilihan-pilihan hidup yang sudah dia ambil. Hal yang paling mengejutkan adalah, dia sering muncul di depan pintu rumah teman-temannya tanpa memberitahu kalau dia akan datang. Tujuannya adalah untuk menginap.

Inilah alasan, mengapa Paul Erdos disebut menggelandang. Namun, menggelandang yang ia lakukan dengan cara elegan nan mewah. Tetap pada koridor yang semestinya. Tidak berada di jalanan dan berada di tempat-tempat kumuh atau tidur di emper-emper toko.

Mengapa Paul Erdos Disebut Menggelandang?

Menggelandang artinya menjadi gelandangan. Seolah pemikiran tertuju bahwa gelandangan itu sebagai sosok  di mana ia tidak punya apa-apa, hidup terlunta-lunta, bahkan kalau ingin makan harus minta-minta. Mungkin dalam pemikiran kita seperti itu. Namun, ini versi menggelandang Paul Erdos, seorang jenius matematika.

Dia memulai perjalanan menggelandang dengan menenteng sekoper baju dan uang $720 untuk berkeliling menuju universitas-universitas di dunia ini. Dia tinggal di rumah seorang teman yang juga ahli matematika-Richard Feynman. Di sana dia berdiskusi, sampai menghasilkan karya.

Itulah bukti bahwa ia tidak mengejar materi berupa uang.  Namun, ia ingin meraih kesempurnaan dalam hidupnya. Melalui karya-karya yang ia tulis dia bisa tetap terkenang.

Hidupnya memanglah unik. Dia memanggil anak-anak kecil dengan sebutan epsilon. Dia memiliki istilah tersendiri dalam menyebut hal-hal tertentu. Hal yang juga mencengangkan adalah paska meninggalnya ibunya.

Dia menghabiskan waktu sembilan belas jam untuk berkutat dalam hal matematika. Setiap ditanya, mengapa dia tidak banyak istirahat? Paul Erdos selalu menjawab,”Banyak waktu untuk beristirahat nanti ketika Kita dikuburkan.”

Jawaban darinya membuat hati yang lengah seolah mendapat cambukan supaya berdiri tegak. Bangkit dan berjuang. Dia yang sudah terkenal, kemampuannya memadai, dapat penghargaan yang bergensi tidak pernah lelah untuk terus belajar.

Teori yang ia anut membuat darah seolah mendidih. Generasi muda yang menjadi pengikut Paul Erdos dalam semangat belajarnya, pastilah menjadi generasi yang tangguh dan memiliki daya juang yang tinggi.

Terkait alasan ‘‘menggelandangnya’’, sudah bisa dipahami seperti apa maksudnya. Jadi, ada maksud tersirat dari apa yang ia lakukan. Tujuannya mulia dan ingin terus berkarya sampai akhir hayatnya. Dia menginap di rumah teman-temannya hanya satu sampai dua hari, dengan tujuan menyelesaikan sebuah permasalahan matematika kemudian dia kan berpindah ke tempat yang lain.




top